Contoh Skripsi BK. Modalitas Belajar (Learning Style) Peserta Didik.terbaru 2018.bab I
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Belajar merupakan suatu proses
perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik, pengalaman,
pengetahuan dan budaya. Hal ini terkait dengan proses belajar mengajar yakni
bagaimana interaksi antara siswa dan guru dalam mencapai tujannya. Seorang guru
harus bersikap arif, bijaksana dan penuh kasih sayang sebagai landasan dalam
mentranformasikan ilmu pengetahuan, sikap dan budaya, bahkan guru dituntut
untuk senantiasa mengetahui karakteristik peserta didik di antaranya adalah
sebagai berikut:
Pertama baground hight quality personality (latar belakang kualitas perseorangan). Latar belakang inilah yang
kemudian peserta didik mempunyai gaya belajar masing-masiang. Semua peserta didik pasti memiliki gaya belajar
yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan prilaku yang dibawanya. Kedua Social
Culture (Sosial budaya) yaitu peranan
dan status seseorang tentunya memiliki status sosial yang heterogen pula
seperti halnya latar belakang keluarga yang termasuk golongan High Class (tinggi), middle class (menengah) dan Law class (umum). Ketiga Psychology (Kondisi Psikologis) yaitu factor
kejiwaan masing-masing individu tentu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda
pula dilihat dari segi motivasi, kreativitas, dan kemampuan masing-masing
peserta didik. Keempat Antropologi yaitu dilahat dari struktur dan fisik
seseorang memiliki ciri khas yang berbeda-beda pula. Ada sebagian siswa yang
mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, bicara, dan gangguan motorik
lainnya.
Keempat faktor inilah yang
menyebabkan gaya belajar peserta didik bersifat heterogen. Oleh karena itu,
guru harus mampu memahami atas kondisi tersebut sehingga kita dituntut untuk
mampu mempersiapkan dan menciptakan suasana yang kondusif dalam proses
interaksi belajar mengajar.
Seperti yang kita tahu bahwa peserta
didik mempunyai karakter yang berbeda-beda tentunya ini menjadi kesulitan
sendiri bagi pihak sekolah bahkan yang berhubungan langsung dengan peserta
didik yaitu guru. Adanya karakter siswa yang berbeda dengan dengan karakter
siswa normal yang sering dianggap sebagai siswa yang nakal, malas, lambat,
bodoh, dan sebagainya. Padahal belum tentu pandangan guru akan hal itu benar,
mungkin saja mereka para siswa merasa kesulitan dalam menerima pelajaran karena
tidak bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut bisa
dikarenakan ketidaksesuaian antara gaya belajar siswa dan guru sehingga terjadi
ketidak seimbangan dalam proses belajar. Sebaliknya jika gaya belajar guru
dengan siswa sesuai, semua pelajaran yang diberikan guru akan terihat sangat
mudah dan guru dapat senang dan menganggap siswa-siswanya memiliki kecerdasan
dan potensi. Sebagai seorang guru hendaknya mengajar dengan dengan cara-cara
yang tidak menjadikan beban bagi peserta didik, merubah pola pikir dalam
membelajarkan anak didiknya. Dan yang harus kita pahami adalah masing-masing
peserta didik memiliki kemampuan dan keistimewaan.
Berdasarkan hal tersebut pendidik
dituntut harus mampu menggunakan berbagai model pembelajaran agar peserta didik
dapat melakukan kegiatan belajar. Hal ini dilatar belakangi bahwa peserta didik
bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran.
Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan
lingkungannya sehingga berbagai jenis model pembelajaran dapat digunakan oleh
pendidik. Model-model pembelajaran sosial merupakan pendekatan pembelajaran
yang dapat digunakan di kelas dengan melibatkan peserta didik secara penuh (student center) sehingga peserta didik
memperoleh pengalaman dalam menuju kedewasaan, melatih kemandirian, serta dapat
belajar dari lingkungan kehidupannya.
B.
Rumusan
Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apa yang
dimaksud dengan konsep belajar mengajar?
2.
Apa yang
dimaksud dengan modalitas belajar (learning
styles) peserta didik?
3.
Bagaimana
macam-macam modalitas belajar (learning
styles) peserta didik?
4.
Bagaimana
pengaruh modalitas belajar (learning
styles)terhadap pembelajaran peserta didik?
5.
Bagaimana
peran media belajar terhadap modalitas belajar (learning styles) peserta didik?
C.
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
merumuskan dan mendeskripsikan konsep belajar mengajar.
2.
Untuk
merumuskan dan mendeskripsikan tentang modalitas belajar (learning styles) peserta didik.
3.
Untuk
merumuskan dan mendeskripsikan tentang macam-macam modalitas (learning styles) belajar peserta didik.
4.
Untuk
merumuskan dan mendeskripsikan tentang pengaruh modalitas belajar (learning styles) terhadap pembelajaran
peserta didik.
5.
Untuk
merumuskan dan mendeskripsikan peran media belajar terhadap modalitas belajar (learning styles) peserta didik.

Comments
Post a Comment